Si Kecil Yang Jujur dan Tak Takabur

in #indonesia7 months ago


Dua anak yang mengembalikan uang konsumen yang jatuh. (Dokumen pribadi)

Sebulan yang lalu, saya mampir pada sebuah minimarket yang berada dipinggir jalan. Minimarket ini memang sering menjadi jujugan bagi saya untuk berbelanja untuk kebutuhan perawatan tubuh dan makanan kecil.

Pada saat itu, ketika saya telah usai berbelanja dan akan beranjak keluar dari minimarket tersebut. Tiba-tiba ada seorang anak yang langsung memungut selembar uang senilai lima puluh ribuan yang ada di lantai, pas pintu masuk pada bagian dalam minimarket tersebut.

Saya pun kaget, karena kejadian itu tepat di depan mata terlebih lagi pas pada pintu akses keluar minimarket tersebut. Anak tersebut dengan sigap langsung menghampiri kepada temannya yang saat itu sedang menemaninya dan meminta dia membantu si pemilik uang tersebut.

Temannya pun bingung karena tidak tahu persis siapa pemilik uang tersebut, keduanya sempat terjadi argumen kecil. Temannya berasumsi bahwa pemilik uang tersebut adalah pengunjung minimarket yang saat itu sedang berada di kamar kecil, sedangkan si anak kecil tersebut menyanggahnya dengan menunjuk salah satu konsumen yang baru saja keluar dari minimarket tersebut.

Anak kecil itu segera mengajak temannya untuk mengejar 'si pemilik' uang itu, mereka pun sempat keluar sebentar dari minimarket tersebut tapi kembali dengan tangan hampa. Kemudian mereka mencoba mencari 'si pemilik' lainnya yang saat itu berada di kamar kecil, tapi sayang orang itu sudah meninggalkan minimarket tersebut.

Keduanya pun nampak kebingungan, mau diapakan uang itu. Mau mereka ambil pun, mereka merasa tidak berhak untuk itu. Pada saat itu saya pun mulai tergerak untuk bertindak, akhirnya saya minta anak-anak itu menitipkan uang tersebut pada kasir minimarket tersebut. Siapa tahu sang pemilik uang kembali dan menanyakannya.

Segera salah satu anak tersebut membawa uang tersebut dan menyerahkan kepada sang kasir yang saat itu sedang melayani pelanggan. Mata kasir itu melirik ke anak itu sambil memperhatikan uang yang disodorkan kepadanya, ia tak sempat menerima uang tersebut karena ia sedang sibuk menghitung belanjaan pelanggan itu. Tak perlu lama menunggu, salah satu rekan kasir tersebut mendekati anak tersebut sambil menerima uang tersebut dan berterima kasih, serta berkata akan menyimpan uang tersebut sampai ketemu siapa pemiliknya.

Setelah mengamati anak-anak tersebut selama satu bulan, ternyata anak-anak tersebut memang rutin mangkal di minimarket tersebut dan meminta-minta pada pengunjung yang lewat. Akan tetapi yang menarik adalah mereka meminta-minta bukan untuk demi kebutuhan sehari-harinya. Hasil dari meminta-minta tersebut digunakan untuk membeli minuman ringan dan makanan kecil di minimarket tersebut.

Mereka sebetulnya bukan anak jalanan, hanya sekumpulan anak-anak perkampungan yang tinggal di dekat minimarket itu. Mungkin karena keterbatasan orang tuanya, akhirnya mereka tiada uang cukup untuk sekedar membeli jajanan. Malu untuk mencuri atau tidak berbuat jujur, bagi mereka lebih baik meminta-meminta untuk memenuhi keinginan untuk jajan. Bahkan mereka tak takabur untuk memiliki uang yang bukan haknya

Bagi saya, bukan pandangan benar atau salah dalam meminta-minta tetapi perbuatan jujurnya dengan menitipkan uang tersebut pada kasir minimarket. Sebuah tindakan mulia yang patut dihargai, saya pun menghargainya dengan memberikan sedikit uang sebagai wujud rasa penghargaan atas perbuatannya.(hpx)