Catatan Singkat Perihal Blockchain , Media Sosial Berbasis Hive dan Steem (Bagian I)

in LeoFinance5 months ago (edited)


Ilustrasi aktivitas blogger. (Sumber foto: Editing pribadi dengan referensi foto dari pixabay.com)

Kata Pengantar

Perkembangan era digitalisasi dan komputerisasi ternyata berjalan begitu pesatnya, dan memberikan pengaruh dalam bersosialisasi. Sejak ditemukannya internet (1) pada tahun 1969 oleh lembaga ARPA (Advanced Research Projects Agency) yang merilis sistem ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network), Amerika Serikat.

Sebuah sistem jaringan komputer yang sejatinya hanya untuk kepentingan militer agar dapat menghubungkan komputer-komputer yang berada beberapa lokasi yang ada di beberapa wilayah vital. Hal ini bertujuan agar ketika perang nuklir terjadi, informasi dan data yang ada di komputer tidak ikut hancur karena tersimpan di beberapa jaringan komputer lainnya.

Ternyata sistem jaringan komputer ini yang sebenarnya hanya terbatas untuk diakses oleh pihak militer Amerika Serikat dan empat universitas terkemuka di sana (Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah). Efektifitas jaringan penggunaan komputer ini, ternyata mendapatkan sambutan yang positif sehingga banyak universitas-universitas lainnya ingin bergabung dalam jaringan tersebut. Akhirnya jaringan tersebut dipecah menjadi dua yaitu untuk kepentingan militer dan keperluan penelitian, yang nantinya jaringan-jaringan ini disebut sebagai internet.

Perkembangan internet melaju pesat sejak kemunculan Worl Wide Web (WWW) atau disingkat dengan Web, dan HTML (Hypertext Markup Language) yang dipublikasikan pada tahun 1991 (2) oleh Tim Berners-Lee, yang banyak memberikan pengaruh dalam dunia internet. Dengan adanya WWW dan HTML, seseorang, kelompok atau lembaga-lembaga penelitian tertentu menjadi lebih mudah untuk menampilkan dan publikasikan infomasi, artikel atau gambar dalam jaringan internet yang bisa diakses banyak orang. Apalagi dunia internet banyak berubah pada tahun 1993, ketika CERN (Conseil européen pour la recherche nucléaire) mengumumkan bahwa penggunaan WWW dinyatakan gratis.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka banyak peramban (web browser) yang bermunculan dan menggunakan HTML sebagai tampilannya seperti halnya Lynx, Mosaic dan Arena. Perkembangan yang pesat ini membuat Tim Bernes-Lee pada tahun 1994 ikut mendirikan konsorsium World Wide Web Consortium (W3C) yang tujuannya membuat standar penggunaan HTML. Hal ini agar peramban yang ada pada saat itu bisa menampilkan informasi dan data dengan mudah dan pas, mengingat beberapa peramban masih belum menggunakan standar HTML yang sama.

Posted Using LeoFinance