Berhutang Selama Satu Dasawarsa

in esteem •  2 months ago 

image
Source Image

Kemarin saya membaca sebuah tautan cerita tentang hutang di media facebook. Cerita hutang ini menceritakan tentang seseorang yang rela membantu kawan dekatnya walaupun dia rela hidup dalam serba kekurangan. Pertama si pengutang memberi janji akan melunasinya dalam tempo satu hari, tapi hari berganti hutang pun tidak dilunasi.

Namun ketika uang yang ada sama istrinya semakin hari semakin menipis, untuk membeli beras saja tak cukup, sehingga dia pun setiap hari ke rumah kawan dekatnya itu untuk menagih hutang. Singkat cerita, si pengutang marah-marah karena ditagih hutang.

Ya, memang begitulah kenyataannya. Si pengutang marah-marah ketika ditagih hutangnya. Hal ini juga pernah saya alami ketika tahun 2009 yang lalu dimana seorang teman satu kosan saat kuliah berhutang sebanyak 1,5 juta rupiah. Dia berjanji akan melunasinya selama sebulan. Ketika tiba masa nya saya pun mencoba menelpon dia dan dia pun berdalih meminta tempo sebulan lagi.

Saya sangat memahami dengan kondisi kawan dekat saya itu karena dia seorang kontraktor, jadi saya menerima permintaan dia untuk membayar dibulan depan. Dan ketika tiba tempo seperti yang dia janjikan, saya pun mencoba menelpon dia kembali namun kali ini telpon tidak diangkat dan sms pun tidak dibalas.

Akhirnya saya pun menghubunginya dengan mengirim pesan melalui facebook. Dia pun membalas dan meminta ijin untuk kesekian kalinya agar memberikan dia waktu sebulan lagi. Saya pun memberi ijin kembali, namun dia juga tidak membayar ketika saya menagih ketika jatuh tempo waktu untuk menagih.

Setahun berlalu, karena saya membutuhkan dana untuk menikah maka saya mencoba menghubungi melalui nomor telpon yang masih saya simpan. Tapi, nomor tersebut tidak bisa lagi dihubungi. Saya pun mencoba mengirimkan pesan melalui facebook tapi tetap tidak dibaca. Hingga akhirnya dia memblokir pertemanan facebook dengan saya sehingga hingga saat ini tahun 2020 sudah 10 tahun lebih saya tidak bisa lagi menagih hutang sama kawan itu.

Begitulah jadinya ketika kita membantu memberi hutang kepada teman bahkan ke teman dekat sekalipun. Hutang menjadi pemutus silaturrahmi kami. Hingga kini dia tidak pernah menghibungi saya dan saya tidak tau lagi harus menghubungi dia kemana. Semoga saja suatu saat dia masih mengingatnya.

Regards,

@albertjester

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

You seem to be using older or Legacy version of eSteem!
Please check if you have newest version to get most out of eSteem, Android, iOS mobile app. For desktop Windows, Mac, Linux Surfer app!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.me/esteem

wah lama juga dicpinjamnya yah om. .

Ya om, mana ada balik lagi tuh