Sanger dan Segara Sakti Rantau Bertuah |

in book •  last month  (edited)

Hadir di Festival Sastra Internasional Gunung Bintan adalah impian saya sejak pertama kali mengirimkan puisi ke pertemuan sastra tersebut. Tahun lalu, saya berkesempatan hadir, tapi waktunya sangat dekat dengan Borobudur Writer and Cultural Festival. Kalau tak salah, tak sampai satu bulan berselang.

Tahun 2019, saya juga ingin hadir. Dua puisi yang saya kirimkan, berjudul Kayat Rempah dan Bukit Pasir dua-duanya diterima dan masuk dalam Segara Sakti Rantau Bertuah yang memiliki desain kaver sangat artistik.

Tapi saya lagi-lagi tak bisa hadir karena bertabrakan dengan kegiatan kantor. Akhir tahun memang padat kegiatan, di Kampus, menulis, juga banyak kegiatan lain. Sepanjang 2019, saya sudah ikut Pertemuan Penyair Nusantara di Kudus, Jogyakarta International Literary Featival. Belum lagi kegiatan Kampus di luar daerah.

Ada di antara kegiatan Itu yang ditanggung seratus persen dari Kampus, ada uang ditanggung panitia seperti kegiatan Kehumasan di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi, tetapi ada juga yang 100 persen menjadi tanggung jawab peserta. Saya beruntung karena Kampus sangat mendukung kegiatan sastra saya.

Kegiatan yang ditanggung 100 persen panitia pun, tetap membutuhkan biaya pribadi, apalagi yang tidak. Maka, masalah biaya terkadang menjadi hambatan juga. Jangan berharap Pemerintah Aceh akan mendukung kegiatan para penulis, meski terkadang membawa nama daerah dan memperkenalkan budaya Aceh di luar, perhatian Pemerintah tetap kosong. Sudahlah, lupakan itu. Fokus pada proses kreatif saja.

Saya berharap tahun depan bisa aktif dalam salah satu festival sastra terkenal di Indonesia tersebut. Semoga semuanya mendukung, baik waktu maupun biaya.

Sebelum membuka plastik yang membungkus Segara Sakti Rantau Bertuah, saya memesan sanger ekspresso blanded, salah satu minuman kesukaan saya.

Sambil menyesap puisi, saya pun membaca kopi. Keduanya sama bergizi bagi jiwa dan raga.[]

Posted using Partiko iOS

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  
  ·  last month Reveal Comment

mencecap puisi pada hisapan kopi
seraup rima terbaca manis
terasa paduan antar kopi dan baris
menjemba masa untuk menyambut asa

Jos lah pokoke...
Selamat ya
semoga makin sukses..

Menikmati kopi sanger (sama-sama ngerti), sambil membaca puisinya @ayijufridar, pastinya sesuatu yang sangat menyenangkan. Dan menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya.

Semoga sukses selalu dengan kegiatannya saat ini 👍👍👍