Sang Penjual Bungkus Plastik STNK


Suasana Samsat Manyar, Surabaya. (doc.pribadi)

Pada suatu pagi yang cukup ramai di kantor Samsat Manyar, Surabaya. Ada suara menarik dari seorang penjual keliling yang sedang berkeliling menjual dagangannya di ruang tunggu.

"Bungkus plastik STNK.... bungkus plastik STNK!"

"Pak, berapa harganya?"

"Lima ribu mas!"

Saya yang saat itu sedang duduk dan baru saja selesai mengambil plat nomor pada loket yang ada, akhirnya penasaran dan menoleh memperhatikan sang penjual itu. Akhirnya saya tergerak untuk memanggilnya untuk membeli bungkus plastik itu, walaupun yang lama masih bisa dipakai lagi.

Ia pun segera menghampiri saya dan memberikan bungkus plastik kepada saya, tapi tidak hanya itu. Ia juga menawarkan untuk membantu saya memasukkan STNK sementara, yang baru saya ambil bersamaan dengan plat nomor tadi. Saya pun segera menyerahkan uang lima ribu Rupiah kepadanya dan ia pun pergi dengan puas.

Terlihat ia masih mondar mandir di ruangan itu, dan tanpa sengaja saya melihat telapak kaki kirinya, ternyata ia menggunakan prosthetic leg (kaki palsu). Saya pun terkagum dengan semangatnya yang tidak mau hanya menengadahkan tangan, tapi mau bekerja untuk mendapatkan nafkah, walaupun ia seorang difabel.

Tapi saya lebih kagum lagi ternyata bungkus plastik yang ia jual cukup mahal, karena ada penjual lain yang menjualnya dengan harga murah seharga dua ribu Rupiah. Ha....ha...ha...! (hpx)



0
0
0.000
9 comments
avatar

..Ia juga menawarkan untuk membantu saya memasukkan STNK sementara..

Mungkin harga plastik nya murah, namun servis memasukkan STNK ke plastik, biayanya berbeda-beda... Hehe

!LUV

0
0
0.000
avatar

harganya produknya mungkin sama, tapi harga pelayanannya beda om. hahah

0
0
0.000
avatar

dari peristiwa tersebut dapat diperoleh pelajaran bahwa Tuhan akan memberikan rizqi kepada hambanya yang mau berusaha dengan tanganya sendiri tanpa mengharap pemberian dari orang lain. Orang yang mau berusaha derajatnya lebih mulia dari pada orang meminta-minta. Rizqi itu sudah tertakar dan takan tertukar, meskipun ia berjualan dengan harga yang lebih mahal dari orang lain nyatanya laku juga, itu sih cuma pendapat dariku

0
0
0.000