Pelajaran dari Pengemis Tak Bersyukur


(dok. pribadi)

Pengalaman ngojek beberapa hari lalu , ketika di sebuah SPBU, saya sedang antri untuk mengisi BBM motor. Terlihat seorang bapak tua yang duduk di ujung akses keluar antrian motor, tidak terlalu jauh dari mesin pompa BBM.

Dia terlihat duduk selonjor di lantai paving, dengan raut wajah agak mengiba. Disebelahnya terdapat satu bungkusan makanan yang belum dibuka dan sebungkus snack kelihatannya sudah terbuka tapi kemasannya dilipat agar isinya tidak tercecer.

Pada saat setelah saya mengantri mengisi BBM, dan sekilas melirik ke arah pak tua itu. Dia tahu kalau saya sedang tertarik dengan dia dan membalas lirikan saya dengan pandangan seakan-akan memberi tanda meminta sesuatu.

Saya pun iba, dan segera menghampiri dia dengan motor dan merogoh kantong belakang celana jean saya untuk mengambil uang logam Rp. 500,-. Kemudian saya berikan ke dia, dan diterima dengan tangan kanannya yang gemetar.

Pada awalnya saya mengira akan diterima dengan baik. Akan tetapi setelah dia menerima dan melihat uang logam tersebut, saya melihat tangan kanannya terangkat dan saya masih tidak curiga. Pas, saya sudah hampir keluar dari SPBU, saya melihat dia melalui kaca spion, di saat itu juga terdengar suara berdenting, ternyata ia membuang dan melempar uang logam yang saya berikan tadi jauh-jauh. Ia membuangnya mungkin karena pemberian saya itu dianggap tidak berarti.

Saya tidak terlalu kaget, karena pernah mengalami kejadian seperti itu juga. Pemberian saya pernah juga dibuang oleh seorang pengemis lainnya. Akan tetapi dari sini saya belajar hal penting dari pak tua itu. Pelajaran penting yang saya ambil adalah berapa pun rejeki yang saya terima harus disyukuri, besar atau kecil.

Membandingkan perbuatan pak tua itu dengan pengalaman saya, selama ngojek baik di Gojek dan ShopeeFood, tips yang saya terima dari pelanggan, selalu saya syukuri tanpa melihat jumlahnya, karena saya yakin mereka memberikan dengan ikhlas. Pemberian mereka pun bisa jadi pembuka pintu rejeki baik bagi saya dan para pelanggan yang memberikan tips itu, saya yakin hal itu.

Pelajaran yang saya terima dari kejadian itu adalah selalu bersyukur atas rejeki yang kita terima, karena dengan bersyukur maka melatih kita agar selalu berterima kasih dan sadar untuk melakukan perbuatan yang sama yaitu saling berbagi dengan ikhlas dan sesuai dengan kemampuan. (hpx)



0
0
0.000
2 comments
avatar

loh loh loh koq gitu sekali ya om.
kadang karena mereka merasa bisa mendapatkan lebih mereka jadi kurang bersyukur.

bukannya saya ga mau kasi, tapi kadang ya gitu.
mengemis kadang jadi profesi bukan karena mereka memang tidak bisa dan sedang dalam keadaan terjepit.

bahkan disalah satu postingan temen,,yang berhasil ngajak ngobrol pengemis cilik yang dipaksa ortunya.
mereka bahkan punya mobil dan sapi dirumah mereka sendiri,

0
0
0.000
avatar

Iya, betul kadang malah, pendapatan mereka bisa melebihi kita-kita ini yang sudah bekerja memeras keringat. Pernah saya lihat ada pengemis yang punya hp dua.... ha..ha.! Betul juga Kadang ada pengemis yang menjadikan pekerjaan mengemis itu jadi profesi.

0
0
0.000